Magister Pendidikan Dasar terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan slot deposit 10rb melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Pada Kamis, 27 November 2025, SD Runiah School menjadi tuan rumah kegiatan bertajuk “Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Pendekatan Deep Learning”. Kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar baru yang memadukan teknologi terkini dengan praktik pendidikan nyata di sekolah dasar.
Pengenalan Kecerdasan Buatan untuk Siswa dan Guru
Kegiatan ini dimulai dengan sesi pengenalan joker gaming Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi para guru dan siswa. Para mahasiswa Magister Pendidikan Dasar menjelaskan bagaimana AI dapat mendukung proses belajar mengajar, seperti mengenali pola belajar siswa, memberikan rekomendasi materi, hingga mendukung metode pembelajaran yang lebih personal.
Guru-guru SD Runiah School terlihat antusias, karena mereka dapat melihat langsung contoh aplikasi AI dalam dunia pendidikan. Sesi ini juga membahas potensi Deep Learning, salah satu cabang AI, yang mampu memproses data secara kompleks untuk menghasilkan solusi kreatif dalam pembelajaran.
Demonstrasi Praktis Deep Learning di Kelas
Setelah pengenalan teori, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi penerapan Deep Learning. Para mahasiswa Magister Pendidikan Dasar menampilkan bagaimana algoritma sederhana bisa digunakan untuk membantu siswa memahami konsep matematika dan sains melalui visualisasi interaktif.
Anak-anak SD Runiah School terlihat senang saat mencoba berbagai simulasi belajar berbasis AI. Mereka dapat melihat bagaimana komputer “belajar” dari data, mengenali pola, dan memberikan feedback secara cepat. Hal ini memberi pengalaman belajar yang berbeda, menyenangkan, dan lebih menstimulasi kreativitas siswa.
Kolaborasi Mahasiswa dan Guru Meningkatkan Kompetensi
Selain untuk siswa, kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi antara mahasiswa Magister Pendidikan Dasar dan guru SD Runiah School. Para guru belajar langsung bagaimana AI dapat diintegrasikan ke dalam metode pembelajaran sehari-hari.
Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan modern. Guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator yang memanfaatkan teknologi untuk mendukung keberhasilan belajar siswa.
Dampak Positif bagi Pendidikan Dasar
Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan banyak manfaat, di antaranya:
Meningkatkan literasi teknologi siswa sejak dini.
Memberikan pemahaman baru kepada guru tentang metode pembelajaran berbasis AI.
Menumbuhkan kreativitas dan minat belajar melalui pendekatan interaktif dan modern.
Mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar, sehingga ilmu akademik dapat langsung diterapkan di lapangan.
Dengan kegiatan ini, Magister Pendidikan Dasar menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan teknologi modern ke pendidikan dasar, sekaligus memperkuat hubungan antara mahasiswa, guru, dan siswa.
Kesimpulan
Pengabdian masyarakat yang diadakan di SD Runiah School bukan sekadar kegiatan formalitas, tetapi sebuah langkah nyata dalam mendorong pendidikan adaptif dan inovatif. Pengenalan AI dan Deep Learning di sekolah dasar membuka peluang bagi generasi muda untuk lebih siap menghadapi era digital.
